Berabad-abad yang lalu, arsitektur lanskap menggabungkan penggunaan taman untuk budidaya tanaman, mengamati keindahan alam, berjemur, membuat tembikar, dan sebagai taman bermain untuk anak-anak. Saat ini, taman adalah salah satu bentuk seni dan dibudidayakan sebagai hobi. Oleh karena itu jelas bahwa arsitektur lanskap telah berkembang pesat dari waktu ke waktu dan mengalihkan fokusnya ke arah struktur yang lebih berkelanjutan.
Arsitektur Abad Pertengahan
Pada abad pertengahan (sekitar 8000 tahun yang lalu), manusia mulai mengembangkan sistem sosial yang kompleks dalam bentuk peradaban awal. Peradaban-peradaban ini muncul di Mesir, Mesopotamia, Amerika Selatan, India, Asia, dan masih banyak lagi. Pada titik ini, fokus utama arsitektur lansekap adalah kenyamanan fisik dan spiritual. Oleh karena itu, taman digunakan untuk tujuan keagamaan, keselarasan dengan alam, mengamati burung, dan berjemur.
Di Inggris, arsitektur abad pertengahan memadukan penggunaan kayu dan batu. Selama periode Norman, para desainer meniru arsitektur Kekaisaran Romawi. Terdiri dari aula besar, lengkungan melengkung, katedral besar, kubah, dan lantai berpola. Selama bertahun-tahun, arsitekturnya berkembang menjadi gaya gotik yang sepertinya meniru bangunan Islam.
Taman abad pertengahan di Inggris adalah ruang pribadi yang terutama didedikasikan untuk berburu hewan seperti rusa, mencari kayu, menggembalakan hewan, dan padang rumput. Taman mengelilingi kastil dan istana dan terlihat oleh keluarga kerajaan. Taman kecil juga dikembangkan untuk tujuan estetika; namun, mereka adalah minoritas. Taman-taman ini digunakan untuk tujuan spiritual dan untuk kesejahteraan emosional dan spiritual secara umum.
Beberapa tanaman yang ditanam antara lain pohon delima yang merupakan simbol keagamaan umat Kristiani di sini.
Arsitektur Modern
Arsitektur modern, sebaliknya, bisa bersifat sangat minimalis dan monokromatik atau lebih alami. Arsitek lanskap harus melakukan analisis lokasi dan membangun desain model yang memanfaatkan ruang sebaik-baiknya.
Desain taman biasanya dilakukan di dalam dan di luar ruangan dan menggabungkan penggunaan bentuk dan pot. Taman-taman ini juga memiliki kolam dan patung yang berlokasi strategis untuk estetika terbaik. Tanaman yang ditanam di ruangan ini mungkin memiliki tujuan pengobatan atau dapat digunakan untuk memasak makanan sederhana di rumah. Beberapa tanaman dan herba yang ditanam di taman ini antara lain daun mint, daun salam, adas, oregano, bambu, dan pakis. Pohon buah-buahan terkadang ditanam untuk menggantikan penggunaan tembok. Beberapa tanaman buah yang ditanam adalah ceri, apel, dan mangga. Bunga berwarna-warni juga digunakan untuk menghiasi ruang taman. Tanaman biasanya disusun dalam bentuk yang menarik secara estetika tergantung pada bentuk dan ukuran taman. Kadang-kadang, pot warna-warni digunakan untuk menanam tanaman.
Dalam skala yang lebih besar, arsitektur lanskap biasanya melibatkan ruang publik yang luas seperti kampus, pusat perbelanjaan, lapangan bermain, jalan setapak, dan pusat rekreasi. Selain pekerjaan desain dan perencanaan, arsitek lanskap harus menerapkan pengendalian hama dan langkah-langkah keselamatan.