Kawah bulan adalah bentang alam berbentuk mangkuk yang tercipta dari dua proses: vulkanisme dan pembentukan kawah. Terdapat ratusan ribu kawah bulan yang lebarnya kurang dari satu mil hingga cekungan raksasa yang disebut mare, yang dulunya dianggap sebagai lautan.
Bagaimana Kawah Bulan Terbentuk?
Untuk waktu yang lama, para ilmuwan tidak mengetahui bagaimana kawah di Bulan terbentuk. Meskipun ada beberapa teori, kecurigaan tersebut baru terkonfirmasi setelah para astronot benar-benar pergi ke Bulan dan mendapatkan sampel batuan untuk dipelajari para ilmuwan.
Analisis rinci terhadap batuan Bulan yang dibawa kembali oleh astronot Apollo menunjukkan bahwa vulkanisme dan kawah telah membentuk permukaan Bulan sejak pembentukannya, sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu, tak lama setelah Bumi terbentuk. Cekungan tumbukan raksasa terbentuk di permukaan Bulan yang masih bayi, yang menyebabkan batuan cair meluap dan menciptakan kolam lava raksasa yang mendingin. Para ilmuwan menyebutnya "mare" (bahasa Latin untuk laut). Vulkanisme awal itu mengendapkan batuan basaltik.
Kawah Dampak: Tercipta oleh Puing-puing Luar Angkasa
Sepanjang keberadaannya, Bulan telah dibombardir oleh komet dan bongkahan asteroid, dan hal tersebut menciptakan banyak kawah tumbukan yang kita lihat sekarang. Bentuknya hampir sama seperti setelah diciptakan. Hal ini karena tidak ada udara atau air di Bulan yang dapat mengikis atau menerbangkan tepi kawah.
Karena Bulan telah dihantam oleh benda-benda yang bertabrakan (dan terus dibombardir oleh bebatuan yang lebih kecil serta angin matahari dan sinar kosmik), permukaan Bulan juga ditutupi oleh lapisan pecahan batuan yang disebut regolith dan lapisan debu yang sangat halus. Di bawah permukaan terdapat lapisan tebal batuan dasar yang retak, yang merupakan bukti dampak tumbukan selama miliaran tahun.
Kawah terbesar di Bulan disebut Cekungan Kutub Selatan-Aitkin. Lebarnya sekitar 1.600 mil (2.500 kilometer). Cekungan ini juga merupakan salah satu cekungan tumbukan Bulan tertua dan terbentuk hanya beberapa ratus juta tahun setelah Bulan sendiri terbentuk. Para ilmuwan menduga bahwa itu tercipta ketika proyektil yang bergerak lambat (juga disebut impactor) menabrak permukaan. Objek ini mungkin berukuran beberapa ratus kaki dan datang dari luar angkasa dengan sudut rendah.
Mengapa Kawah Terlihat Seperti Itu
Kebanyakan kawah memiliki bentuk bulat yang cukup khas, terkadang dikelilingi oleh punggung melingkar (atau kerutan). Beberapa diantaranya memiliki puncak di tengah, dan beberapa lainnya memiliki puing-puing yang berserakan di sekelilingnya. Bentuk-bentuk tersebut dapat memberi tahu para ilmuwan tentang ukuran dan massa penabrak serta sudut perjalanan yang mereka ikuti saat menabrak permukaan.
Kisah umum mengenai dampak mengikuti proses yang cukup dapat diprediksi. Pertama, penabrak meluncur menuju permukaan. Di dunia yang memiliki atmosfer, benda dipanaskan karena gesekan dengan selimut udara. Ia mulai bersinar, dan jika cukup panas, ia bisa pecah dan mengirimkan hujan puing ke permukaan. Ketika tumbukan menghantam permukaan dunia, gelombang kejut akan dikirim dari lokasi tumbukan. Gelombang kejut tersebut memecah permukaan, memecahkan batu, mencairkan es, dan menggali rongga besar berbentuk mangkuk. Dampaknya menyebabkan material menyembur keluar dari lokasi, sementara dinding kawah yang baru terbentuk mungkin akan runtuh kembali. Dalam dampak yang sangat kuat, puncak pusat terbentuk di mangkuk kawah. Daerah sekitarnya mungkin tertekuk dan berkerut menjadi formasi berbentuk cincin.
Lantai, dinding, puncak tengah, tepian, dan ejecta (bahan yang tersebar dari lokasi tumbukan) semuanya menceritakan kisah peristiwa tersebut dan betapa dahsyatnya peristiwa tersebut. Jika batuan yang masuk pecah, seperti biasanya, maka potongan-potongan benda tumbukan asli dapat ditemukan di antara puing-puing tersebut.
Dampak Kawah di Bumi dan Dunia Lain
Bulan bukanlah satu-satunya dunia yang memiliki kawah yang digali oleh batuan dan es yang masuk. Bumi sendiri dihantam dalam pemboman awal yang sama yang merusak Bulan. Di Bumi, sebagian besar kawah telah terkikis atau terkubur akibat pergeseran bentang alam atau perambahan laut. Hanya sedikit, seperti Kawah Meteor di Arizona, yang masih tersisa. Di planet lain, seperti Merkurius dan permukaan Mars, kawah terlihat jelas dan belum terkikis. Meskipun Mars mungkin memiliki masa lalu yang berair, kawah yang kita lihat saat ini relatif tua dan masih terlihat dalam kondisi yang cukup baik.