Penelitian Menemukan Bahwa Mengamati Hewan Lucu Baik untuk Kesehatan Anda
Mungkin ada alasan bagus mengapa kami suka menonton anak babi kecil dan bebek berbulu halus secara online.

Mungkin ada alasan bagus mengapa kami suka menonton anak babi kecil dan bebek berbulu halus secara online.

Melihat binatang menggemaskan sebenarnya membantu mengurangi tingkat stres pada manusia, demikian temuan para peneliti di Universitas Leeds Inggris.

Dan kita tidak perlu melihat makhluk menggemaskan di kehidupan nyata agar mereka bisa berdampak pada kesejahteraan kita.

Bermitra dengan Tourism Western Australia, University of Leeds mengeksplorasi dampak fisiologis dan psikologis dari hewan ‘lucu’ terhadap mahasiswa dan staf di kampus tersebut.

Menurut sebuah pernyataan, 19 peserta diminta untuk menonton tayangan slide berdurasi 30 menit yang menyertakan gambar dan klip video pendek dari berbagai hewan, termasuk hewan berkantung ikonik Australia, quokka.

15 dari 19 peserta dijadwalkan mengikuti ujian 90 menit setelah menonton tayangan slide. Empat peserta sisanya merupakan staf penunjang akademik yang menyatakan merasa stres di tempat kerja.

Detak jantung setiap peserta turun setelah melihat gambar dan video binatang lucu hanya selama 30 menit.

Tekanan darah rata-rata (BP) seluruh peserta juga turun: dari 136/88 menjadi 115/71—membuat rata-rata kelompok berada dalam kisaran tekanan darah ideal.

Peserta yang menonton tayangan slide berdurasi setengah jam juga harus menjawab 20 pertanyaan sehingga peneliti dapat menilai tingkat stres berdasarkan State-Trait Anxiety Inventory.

Dalam beberapa kasus, tingkat kecemasan turun hampir 50%: membuktikan bahwa melihat binatang lucu dapat menjadi pereda stres yang ampuh dan meningkatkan suasana hati.

Faktanya, secara keseluruhan terdapat penurunan kecemasan dan stres akibat menonton tayangan slide singkat.

Jadi mana yang terbaik: gambar binatang lucu, video, atau aslinya?

Andrea Utley, yang memimpin penelitian tersebut, berkomentar, “Tampaknya gambar menarik, namun klip video lebih bermakna, dan oleh karena itu saya berharap kedekatan fisik [dengan hewan] akan lebih baik.”

Tadinya ada delapan sesi, namun karena pandemi, sesi lainnya ditunda. Menurut CNN, Utley masih mencari opsi online agar penelitiannya dapat dilanjutkan.

Trending Now
|
Penelitian Menemukan Bahwa Mengamati Hewan Lucu Baik untuk Kesehatan Anda
Mungkin ada alasan bagus mengapa kami suka menonton anak babi kecil dan bebek berbulu halus secara online.

Mungkin ada alasan bagus mengapa kami suka menonton anak babi kecil dan bebek berbulu halus secara online.

Melihat binatang menggemaskan sebenarnya membantu mengurangi tingkat stres pada manusia, demikian temuan para peneliti di Universitas Leeds Inggris.

Dan kita tidak perlu melihat makhluk menggemaskan di kehidupan nyata agar mereka bisa berdampak pada kesejahteraan kita.

Bermitra dengan Tourism Western Australia, University of Leeds mengeksplorasi dampak fisiologis dan psikologis dari hewan ‘lucu’ terhadap mahasiswa dan staf di kampus tersebut.

Menurut sebuah pernyataan, 19 peserta diminta untuk menonton tayangan slide berdurasi 30 menit yang menyertakan gambar dan klip video pendek dari berbagai hewan, termasuk hewan berkantung ikonik Australia, quokka.

15 dari 19 peserta dijadwalkan mengikuti ujian 90 menit setelah menonton tayangan slide. Empat peserta sisanya merupakan staf penunjang akademik yang menyatakan merasa stres di tempat kerja.

Detak jantung setiap peserta turun setelah melihat gambar dan video binatang lucu hanya selama 30 menit.

Tekanan darah rata-rata (BP) seluruh peserta juga turun: dari 136/88 menjadi 115/71—membuat rata-rata kelompok berada dalam kisaran tekanan darah ideal.

Peserta yang menonton tayangan slide berdurasi setengah jam juga harus menjawab 20 pertanyaan sehingga peneliti dapat menilai tingkat stres berdasarkan State-Trait Anxiety Inventory.

Dalam beberapa kasus, tingkat kecemasan turun hampir 50%: membuktikan bahwa melihat binatang lucu dapat menjadi pereda stres yang ampuh dan meningkatkan suasana hati.

Faktanya, secara keseluruhan terdapat penurunan kecemasan dan stres akibat menonton tayangan slide singkat.

Jadi mana yang terbaik: gambar binatang lucu, video, atau aslinya?

Andrea Utley, yang memimpin penelitian tersebut, berkomentar, “Tampaknya gambar menarik, namun klip video lebih bermakna, dan oleh karena itu saya berharap kedekatan fisik [dengan hewan] akan lebih baik.”

Tadinya ada delapan sesi, namun karena pandemi, sesi lainnya ditunda. Menurut CNN, Utley masih mencari opsi online agar penelitiannya dapat dilanjutkan.

Trending Now