Keintiman adalah salah satu dari tiga tema sentral Bulan Fotografi Paris 2014. Tiga puluh fotografer yang fokus pada keintiman dipamerkan di berbagai tempat di seluruh kota. Berikut pratinjaunya, dengan pengantar oleh kurator Jean-Louis Pinte.
Kita hidup di zaman di mana gambar ada dimana-mana, dan gambar digunakan untuk tujuan yang bukan tujuan awalnya. Facebook adalah pelaku utama dan memanipulasi proses tersebut demi kepentingannya sendiri. Apakah kita semua seniman? TIDAK! Selfie, potret curian, dan keberadaan kita yang dangkal dan tidak berarti membuat mereka yang membuat dan mendistribusikan gambar-gambar ini percaya pada semacam keintiman visual dan mental, padahal seringkali apa yang mereka lakukan hanyalah mencerminkan keinginan untuk menegaskan keberadaan mereka melalui narsisme. egosentrisme, atau bahkan voyeurisme. Dunia ini – layar, media sosial, opini populer – adalah ruangan gelap yang penuh fantasi dan frustrasi.
Keintiman sejati adalah sesuatu yang berbeda. Hal ini pertama-tama merupakan benteng melawan kemerosotan nilai diri: hal ini melibatkan pelestarian misteri-misteri diri kita sendiri dan menyembunyikan keinginan-keinginan kita yang sebenarnya. Itu berarti mengekang emosi kita. Artinya menjadi diri kita sendiri.
Fotografer adalah orang yang melacak keintiman. Melalui cara mereka memandang dunia, orang, dan objek, melalui keinginan mereka untuk memberikan kesaksian dan menyampaikan hal-hal yang mereka alami sekilas. Terkadang keintiman ini luput dari perhatian mereka, namun tetap ada, tanpa disadari tetap setia pada misterinya sendiri. Pada saat lain, hal ini muncul, pada saat ketika emosi yang terlalu keras atau emosi yang lembut dan menyakitkan muncul ke permukaan. Keintiman kemudian menjadi tawanan gambar atau mengungkapkan pertemuan dadakan antara dua cara pandang...
Keintiman berarti meninggalkan apa yang kita ketahui tentang diri kita sendiri dan menawarkannya kepada orang lain. Itu berarti melangkah keluar dari diri kita sendiri. Sang fotografer kemudian memasuki dunia keintiman sebagai seorang saksi, inti dari apa yang membuat cara pandangnya begitu indah. Marianne Rosensthiel, Richard Schroeder, Carole Bellaïche, Roberto Frankenberg, Jean-Robert Dantou, Roman Vishniac...kami menampilkan sekitar tiga puluh seniman yang telah memasuki jantung keintiman ini. Keintiman yang mengungkapkan kecintaan mereka terhadap karya seni mereka — dan terhadap orang lain.