Gandum musim semi membutuhkan waktu sekitar 100–130 hari untuk tumbuh, sedangkan menanam gandum musim dingin membutuhkan waktu sekitar 180–250 hari. Waktu pertumbuhan gandum musim dingin mencakup hingga 90 hari selama bulan-bulan musim dingin ketika gandum tidak aktif.
Faktor-faktor seperti kehangatan (terutama suhu tanah) dan curah hujan/irigasi mempengaruhi lamanya waktu yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh. Jenis gandum musim dingin, misalnya, membutuhkan lebih banyak waktu untuk matang di iklim beku karena terdapat lebih banyak hari tanpa potensi pertumbuhan di sana, sehingga memperpanjang periode pertumbuhan gandum. Di sisi lain, kekurangan air dalam jumlah sedang selama tahap vegetatif mungkin dapat mempercepat proses pertumbuhan tanaman.
Cara Memanen Gandum Dan Menangani Gandumnya
Panen gandum musim dingin paling baik dilakukan pada akhir musim semi atau awal musim panas, sedangkan panen musim semi dilakukan dari pertengahan musim panas hingga awal musim gugur. Jika tidak ada sisa warna hijau pada tanaman yang sedang tumbuh dan tanaman telah berubah menjadi kuning keemasan, Anda tahu bahwa tanaman tersebut sudah siap panen. Memeriksa kekerasan biji-bijian adalah cara lain untuk memastikan tanaman sudah matang. Butir yang keras berarti gandum siap dipanen.
Memanen Gandum
Syukurlah, kita tidak lagi memanen gandum dalam skala besar dengan menggunakan tenaga kerja manual. Saat ini, mereka menggabungkan panen dari ladang yang luas. Mesin pertanian ini secara bersamaan mengumpulkan, mengirik, dan menampi biji-bijian. Penggabungan ini juga memotong sisa tanaman menjadi potongan-potongan kecil, yang kemudian disebarkan ke seluruh lahan melalui pembuangan belakang.
Untuk mencegah penurunan kualitas biji-bijian secara signifikan, gandum harus dipetik segera setelah gandum tersebut dikeringkan hingga kadar air biji-bijian sekitar 12,5%. Jika Anda khawatir akan penurunan kualitas akibat hujan atau cuaca buruk, memanen dengan kadar air yang sedikit lebih tinggi (misalnya, 18%) dapat membantu. Gabah tetap harus dikeringkan hingga kadar air kurang dari 12% setelah panen untuk mencegah risiko berkembangnya jamur dan mikotoksin selama penyimpanan.
Penanganan Pasca Panen Gandum
Tingkat kelembapan di bawah 12%, sebaiknya 10%, memungkinkan biji-bijian disimpan dengan aman untuk jangka waktu lama. Jika biji-bijian disimpan dalam kantong, tingkat kelembapannya harus lebih rendah lagi, yaitu 9%. Pengering biji-bijian digunakan untuk mengurangi kadar air gandum yang dipanen hingga tingkat ini.
Setelah gabah dikeringkan, gabah disimpan pada bangunan khusus seperti silo, bunker/lubang, dan kantong gabah. Untuk menghindari pemborosan biji-bijian, berikut adalah daftar cara menyimpannya dengan benar:
- letakkan hanya biji-bijian yang sehat di dalam fasilitas;
- hanya gunakan silo yang telah diaspal, rata, rapi, kering, dan kedap air;
- ventilasi fasilitas penyimpanan dengan baik;
- menjaga zona penyangga sepanjang 10 kaki (3 meter) di sekitar wadah, bebas dari tanaman yang tumbuh dan sisa biji-bijian;
- menjaga biji-bijian aman dari serangga dan kelembapan dengan menggunakan bahan kimia khusus;
- melakukan pemeriksaan rutin terhadap kondisi gabah.
Gandum bukanlah tanaman yang paling mudah untuk ditanam. Namun, jika Anda mengikuti saran dalam artikel ini dan memanfaatkan teknologi pertanian modern, Anda dapat memastikan panen yang baik meskipun Anda tidak memiliki banyak pengalaman dalam menanam gandum. Kini, Anda juga tidak perlu menginvestasikan banyak waktu, uang, atau tenaga untuk terus mengetahui perkembangan situasi di bidang Anda. Memanfaatkan mesin dan teknologi modern dan canggih membuka jalan bagi penanaman gandum yang benar-benar efisien.